A.Definisi Aqsamul Qur’an
Menurut
bahasa, Aqsam merupakan lafadz jama’ dari kata qasam. Sedang
kata qasam sama artinya dengan kata halaf dan yamin, karena
memang satu makna yaitu berarti sumpah. Sumpah dinamakan dengan yamin karena
orang arab kalau bersumpah saling memegang tangan kanan masing-masing.
Adapun qasam menurut
istilah adalah: mengaitkan jiwa untuk tidak melakukan sesuatu perbuatan, atau
untuk mengerjakannya, yang diperkuat dengan sesuatu yang diagungkan bagi orang
yang bersumpah, baik secara nyata atau secara keyakinan saja.
B.Unsur-unsur Qasam
Bentuk atau shighat
qasam yang asli terdapat dalam surat An-Nahl ayat:38
Bentuk-bentuk qasam yang asli terdiri dari tiga unsur,
yaitu:
1. Harus ada fi’il qasam yang
dimuta’addikan dengan huruf “ba’”, seperti”
2. Harus terdapat muqsam bih atau
penguat sumpah, yaitu sumpah itu harus diperkuat
dengan sesuatu yang diagungkan oleh
yang bersumpah.
3. Harus ada muqsam alaih (berita
yang diperkuat dengan sumpah itu), yaitu berupa ucapan yang ingin diterima atau dipercaya oleh orang
yang mendengar, lalu diperkuat dengan sumpah
tersebut.
C.Jenis-Jenis Aqsamul Qur’an
Dilihat dari segi fi’ilnya,
qasam al-Qur’an ada dua macam. Yaitu:
(a). Qasam
Dzahir, yaitu qasam yang fi’il qasamnya disebutkan
bersama dengan muqsam bihnya. Contoh:surat
Al-Ma’arij:40,surat Al-Qiyamah:1-3.
(b). Qasam
Mudhmar(qasam tersimpan) yaitu qasam yang fi’il qasam danmuqsam
bihnya tidak disebutkan, karena kalimat sebelumnya terlalu panjang.
Contoh:surat Ali Imran:186
Apabila qasam ditinjau dari muqsam bihnya, maka qasam itu
ada tujuh macam, yaitu:
1. Qasam dengan menggunakan dzat Allah swt.
contoh:surat Al-Hijr:92
2. Qasam dengan perbuatan-perbuatan
Allah swt. Contoh surat Asy-Syams:5
3. Qasam dengan yang dikerjakan Allah. Contoh
surat Ath-Thur:1
4. Qasam dengan malikat-malaikat Allah.
Contoh surat An-Nazi’at:1-3
5. Qasam dengan nabi Allah swt.,
seperti surst Al-Hijr:72
6. Qasam dengan makhluk Allah.
Contohsurat At-Tin:1-2
7. Qasam dengan waktu. Contoh surat
Al-Ashr:1-2
D.Bentuk-bentuk Aqsamul Qur’an
1). Bentuk Pertama: Bentuk Asli
Bentuk asli dalam sumpah ialah bentuk
sumpah yang terdiri dari tiga unsur,
yaitu fi’il
sumpah yang dimuta’addikan dengan ba’, muqsam bih dan
muqsam alaih seperti contoh-contoh di atas.
2). Bentuk
Kedua: Ditambah hurufLa.
Kalimat yang digunakan orang untuk
bersumpah itu memakai berbagai macam bentuk. Begitu pula dalam al-Qur’an ada
bentuk sumpah yang keluar dari bentuk asli sumpah. Misalnya bentuk sumpah yang
ditambah huruf La di depan fi’il qasamnya, sepertisuratAl- Ma’arij:40,suratAl-Waqi’ah:75,suratAl-Insyiqaq:16,suratAl-Haqqah:38.
E.Manfaat dan Tujuan Aqsamul Qur’an
a. Tujuan qasam
Dalam substansinya sumpah dilakukan
untuk memperkuat pembicaraan agar dapat diterima atau dipercaya oleh
pendengarnya. Sedang sikap pendengar sesudah mendengar qasam akan
bersikap salah satu dari beberapa kemungkinan di bawah ini:
1.Pendengar yang netral, tidak ragu dan tidak pula
mengingkarinya. Maka pendengar yang seperti ini akan diberi ungkapan ibtida’
(berita yang diberi penguat taukid ataupun sumpah) contohsuratAl-Hadid:8. Penguat
dalam ayat ini hanya diperkuat oleh lafadz Qod
2. Pendengar mengingkari berita yang didengar. Oleh
karenanya berita harus berupa kalam ingkari (diperkuat sesuai kadar
keingkarannya). Bila kadar keingkarannya sedikit, cukup dengan satu taukid
saja. ContohsuratAn-Nisa’:40. Sedang apabila kadar keingkarannya cukup berat,
maka menggunakan dua taukid (penguat). SepertisuratAl-Maidah:72.
Dalam ayat di atas diberi dua taukid berupa lafadz Qoddan Lam
taukid.
Dan apabila kadar keingkarannya sangat berat, ditambah dengan
beberapa taukid. SepertisuratAl-Anbiya’:57.
b. Faedah atau manfaat qasam
1.Apabila berita itu sampai pada pendengar dan dia tidak
menolak, tentunya berita tersebut dapat diterima dan dipercaya. Karena telah
diperkuat dengan sumpah apalagi dengan menggunakan kata Allah swt.
2.Bahwa pembawa berita akan merasa lega, karena telah
menyampaikan berita dengan diperkuat sumpah atau dengan beberapa taukid
(penguat). Hal ini sangat berbeda apabila membawa berita dengan tidak
menggunakan qasam. Dengan bersumpah memakai nama Allah atau
sifat-sifat-Nya, maka hal ini sama dengan mengagungkan Allah swt karena telah
menjadikan namanya selaku dzat yang diagungkan sebagai penguat sumpah. Wallahu
a’lam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar